Februari 2, 2010

Henry

Grade 11

Indo b

Essay

Beragam  Macam Hantu di Negara Berbeda

 

Berbeda-beda hantu di berbeda Negara adalah beda, misalkanya di Amerika tidak ada hantu tapi ada orang yang membunuh orang dan memakannya, in berdasarkan Texas Chainsaw Massacre. Film jepang mempunyai berbeda hantu dengan amerika, hantu jepang tidak memotong orang dan memakannya tapi hantu jepang lebih sering mengaggetkan orang, contohnya adalah grudge atau the ring.  Hantu Indonesia juga berbeda dengan hantu di jepang dan di Amerika, hantu Indonesia tidak membunuh orang dan memakanya atau juga hantu Indonesia tidak mengagetkan orang, hantu Indonesia lebih sering ke gentayangan atau roh-roh misalkan jelangkung, kuntilanak, dan selanjutnya.

                Saya akan fokus tentang hantu Indonesia, dan sejarah hantu-hantu dan film tentang hantu ini. Pertama saya akan berbicara tentang kuntil anak, kuntil anak terjadi karena ada orang yang pemanggil Kuntilanak dan sehabis itu orang yang pemanggil itu suruh kuntil anak itu untuk meguasai orang yang baik dan membuat sisi gelapnya jiwanya semangkin kuat. Selain itu, sisa-sisa pengikut Sekte Mangkoedjiwo yang kejam juga menggunakan berbagai cara dan ritual sesat untuk memaksa Sam masuk ke dalam lingkaran mereka, dan menjadi pemimpin mereka, supaya mereka tetap bisa menggunakan Kuntilanak untuk menimba kekayaan. Sam harus mengalahkan kejahatan yang ada di sekitarnya, dan juga di dalam dirinya, sebelum orang jahat itu menangkap dan membuat sam tunduk kepada kemauan para jahat-jahat. Semakin banyak korban jiwa semakin membuat Kuntilanak semakin lepas dari kendali Sam, dan malah berbalik menyerang Sam.

                Tuyul (bahasa jawanya thuyul) adalah mitologi dari Nusantara terutama di pulau jawa. Tuyul adala makhluk halus yang berwujud anak kecil dengan kepala gundul. Tuyul dapat diperkerjakan oleh seorang manusia untuk alasan tertentu, misalkan mencuring uang, Untuk menangkal tuyul, orang memasang yuyu di sejumlah sudut rumah karena tuyul dipercaya menyukai yuyu sehingga ia lupa akan tugas yang dibebankan pemiliknya. Tuyul dipercaya bahwa kejadian tuyul adalah berasal dari janin orangg yang keguguran atau bayi yang mati ketika lahir. Karena itu karakter tuyul juga seperti anak-anak, misalanya, suka bermain dan karena itu banyak orang lapor bahwa tuyul bermain pada tengah malam.

                Suster ngesot sendiri adalah seorang suster sesungguhnya yang bernama, Lastri (Lia Waode), yang meninggal 20 tahun sebelumnya karena dikhianati oleh tunangannya yang berselingkuh dengan sahabatnya. Lastri akhirnya tewas di tangan tunangannya karena gelap mata aksi perselingkuhannya diketahui.

Ketika Silla dan Mike menjalin ‘cinta terlarang’ itulah suster ngesot mulai berani menunjukkan batang hidungnya. Kematian demi kematian mendera orang-orang yang diduga pernah berselingkuh di lingkungan rumah sakit tersebut. Sebelum kematian demi kematian tersebut mendatangi korbannya, Vira mendapatkan petunjuk dari sebuah buku harian tua. Pada buku tersebut muncul inisial awal orang-orang yang akan dijemput ajalnya.

Orang percaya bahwa pocong merupakan bentuk protes dari si mati yang terlupa dibuka ikatan atau kafanya sebelujm ditutup, pocong banyak orang berkata bahwa pocong berwajah rata dan memiliki lubang mata berongga atau tertutup kapas dengan wajah putih pucat. Meskipun pocong dalam film sering dibilang bahwa  mereka melompat-lompat, mitos tentang pocong malah menyatakan pocong bergerak melayang-layang. Film-film pemeran pocong tidak bisa menggerakkan kakinya sehingga berjalan harus melompat-lompat. Kepercayaan akan adanya pocong hanya berkembang di Indonesia, terutama di Jawa dan Sumatera. Walaupun penggambarannya mengikuti tradisi muslim, umat beragama lain pun ternyata dapat mengakui eksistensi hantu ini.

Sebagai kesimpulan adalah berbeda – beda hantu di berbeda Negara adalah tidak sama cara membunuh dan tidak sama cara kematiannya.

Blibiography:

http://id.wikipedia.org/wiki/Kuntilanak_2

     

http://id.wikipedia.org/wiki/Tuyul

http://id.wikipedia.org/wiki/Suster_Ngesot

http://id.wikipedia.org/wiki/Pocong_(hantu)

Oktober 8, 2009

Henry

Grade 11

Indo B

Lebaran

Tradisi Merayakan Lebaran di Indonesia

Lebaran adalah hari yang penting bagi orang Muslim karena mereka merayakan kemenangan setelah berpuasa selama satu bulan. Semua sekolah dan kantor-kantor libur supaya mereka dapat merayakan Idul Fitri. Anak-anak mulai bersekolah lagi sekitar tiga minggu dan kantor-kantor biasanya hanya lima hari libur dan maksimum satu minggu.

Kebanyakan orang mudik ke daerah asal mereka misalkan pulau Jawa, pulau Sumatra, dan Kalimantan, tetapi ada juga yang tidak mudik balik ke asal mereka karena mungkin mereka tidak punya cukup dana, atau mereka tidak punya kampung halaman. Kalau mereka mudik mereka biasanya ada tradisi di keluarga yang telah dilaksanakan generasi ke generasi, misalnya halal bihalal, sungkeman dan membuat ketupat di malam takbiran dan dimakan bersama opor ayam waktu Lebaran.

Sebagian besar orang Muslim, mereka tidak ganti-ganti tradisi yang di ajarkan oleh leluhur keluarga mereka.

Kebanyakan orang pulang ke asal dari meraka pakai mobil pribadi dan kadang-kadang mereka menghabiskan waktu mudik mereka di perjalanan jalanan karena sangat macet dimana-mana, dari Bandung ke Jakarta waktu mudik bisa sampai dua hari, yang biasanya hanya dua jam. Pembantu-pembantu waktu pulang ke Jawa mereka menghabiskan kira-kira tiga hari dan waktu mudik semua harga kereta sangat mahal jadi mereka patungan untuk satu kendaraan, misalkan bus, truk, dan lain-lain.

Banyak keluarga-keluarga tidak mempunyai tradisi baru untuk merayakan Idul Fitri.Tidak banyak orang merubah tradisi cara mudik, tapi sebagian kecil orang mereka pulang dengan cara yang kurang aman misalkan denagn mereka berkendara motor berlimaan. Tapi cara bersilahturami dan halal bihalal tidak berganti.

Pada umumnya orang-orang menghabis uang mereka sekitar dua sampai empat juta. Gaji mereka habis untuk baju, transportasi dan lain lain.

Agustus 31, 2009

Henry

Unsur intrinsik cerita

Tema Pada sebuah Kapal sangat aneh dan berganti-ganti dari awal sampai unit 5. Pertama buku temanya sangat lambat dan membosankan, tapi lebih banyak unitnya lebih ada tema yang muncul dan lebih asik untuk membacanya. Sifat Sri sangat kokoh contohnya, banyak orang coba untuk menghalangi dia untuk menjadi pramugari tapi Sri masih mau jadi pramugari. Tingkah laku Sri belum bisa diketahui, karena saya masih tidak mengerti tentang Sri.

 Suasana yang di buku adalah sangat sedih dan kosong, waktu kakak-kakak perempuanya pergi ceritanya bergerak sangat lambat dan membosankan. Tempat Sri tingal tidak diceritakan sangat detail.

                Buku Pada Sebuah Kapal dari unti 1 sampai 5 belum menonjolkan konflik cuman sedikit kaya waktu dia coba menajadi pramugari banyak orang coba untuk memberintikan dia menjadi pramugari.

                Moral yang diajarkan adalah jangan berhenti mencapai gol nya.

                Bahasa yang dipakai Nh.Dini sangat susah untuk dimengerti dan cara Nh.Dini menulis sangat komplikasi.

Agustus 24, 2009

Nh.Dini

Pada Sebuah Kapal

 

Unit 1-3

Resensi yang dibahas:

  • Pokok persoalan
  • Ringkasan Unit 1-3
  • Ulasan dan kesan saya

Unit 1 sampai 3 menceritakan tentang kehidupan Nh.Dini sewaktu dia kecil. Bukan itu aja, dia menceritakan tentang keluarga dia. Buku ini ada kekurangan dan kelebihannya, Kekurangannya adalah di awal cerita “Pada Sebuah Kapal” tema yang Nh. Dini coba menceritakan itu sangat sulit untuk dimengerti buat pembaca sampai pembaca harus baca beberapa kali untuk mengerti tema bukunya. Buku ini juga ada kelebihan untuk temanya, kalau pembaca mengerti temanya, buku ini bakal jadi rame dan gampang untuk dimengerti.

Ringkasan untuk unit 1 sampai 3, itu tentang di mana dia bersekolah dan apa yang dia lakukan di sekolah dan bagaimana dia ganti dari satu pelajaran ke pelajaran lain. Dia sangat pintar karena dia bisa dansa dan sebagainya. Juga buku ini menceritakan gimana dia bertumbuh di lingkungan dan giamana cicinya pergi meninggalkan dia. Sewaktu dia dewasa dia coba beberapa pekerjaan seperti menjadi guru inggris tapi pada akhirnya dia menjadi pramugari karena dari kecil dia bercita-cita untuk punya pekerjaan yang kemana-mana, dan dia bisa menjadi pramugari karena dia bisa berbahasa jerman dan inggris.

                Kesan saya kepada buku “Pada Sebuah Kapal” adalah, buku ini sangat susah dimengerti, untuk mengerti membutuhkan saya untuk mebaca lagi sekitar 3 kali, untuk mengerti tema buku ini sangat membantu saya untuk mengerti karena cerita buku ini sangat terikat dengan tema.

Agustus 18, 2009

NH Dini

 

Nh Dini
Biografi
Nama Nh. Dini merupakan singkatan dari Nurhayati Srihardini. Nh. Dini dilahirkan pada tanggal 29 Februari 1936 di Semarang, Jawa Tengah. Ia adalah anak kelima (bungsu) dari empat bersaudara. Ayahnya, Salyowijoyo, seorang pegawai perusahaan kereta api. Ibunya bernama Kusaminah. Bakat menulisnya tampak sejak berusia sembilan tahun. Pada usia itu ia telah menulis karangan yang berjudul “Merdeka dan Merah Putih”. Tulisan itu dianggap membahayakan Belanda sehingga ayahnya harus berurusan dengan Belanda. Namun, setelah mengetahui penulisnya anak-anak, Belanda mengalah.

Dini bercita-cita menjadi dokter hewan. Namun, ia tidak dapat mewujudkan cita-cita itu karena orang tuanya tidak mampu membiayainya. Ia hanya dapat mencapai pendidikannya sampai sekolah menengah atas jurusan sastra. Ia mengikuti kursus B1 jurusan sejarah (1957). Di samping itu, ia menambah pengetahuan bidang lain, yaitu menari Jawa dan memainkan gamelan. Meskipun demikian, ia lebih berkonsentrasi pada kegiatan menulis. Hasil karyanya yang berupa puisi dan cerpen dimuat dalam majalah Budaya dan Gadjah Mada di Yogyakarta (1952), majalah Mimbar Indonesia, dan lembar kebudayaan Siasat. Pada tahun 1955 ia memenangkan sayembara penulisan naskah sandiwara radio dalam Festival Sandiwara Radio di seluruh Jawa Tengah.

Kegiatan lain yang dilakukannya ialah mendirikan perkumpulan seni Kuncup Mekar bersama kakaknya.Kegiatannya ialah karawitan dan sandiwara. Nh. Dini juga bekerja, yaitu di RRI Semarang, tetapi tidak lama. Kemudian, ia bekerja di Jakarta sebagai pramugari GIA (1957—1960).

Pada tahun 1960 Dini menikah dengan seorang diplomat Prancis yang bernama Yves Coffin. Ia mengikuti tugas suaminya di Jepang, Prancis, dan Amerika Serikat. Karena bersuamikan orang Prancis, Dini beralih warga negaranya menjadi warga negara Prancis. Dari perkawinannya itu Dini mempunyai dua orang anak, yaitu Marie Claire Lintang dan Louis Padang. Terhadap kedua anaknya itu, Dini memeberi kebebasan budaya yang akan dianut dan bahasa yang akan dipelajari. Untuk mengajarkan budaya Indonesia, Dini menyuruh anaknya mendengarkan musik Indonesia, terutama gamelan Jawa, Bali, dan Sunda serta melatihnya menari.

Pada tahun 1984 Dini bercerai dengan suaminya. Pada tahun 1985 kembali ke Indonesia dan menjadi warga negara Indonesia. Ia memutuskan kembali ke kampung halamannya dan melanjutkan menulis serta mendirikan taman bacaan anak-anak yang bernama Pondok Baca N.H. Dini yang beralamat di Perumahan Beringin Indah, jalan Angsana No. 9, Blok A-V Ngalian, Semarang 50159, Jawa Tengah.

Pengalaman menjadi istri diplomat memperkaya pengetahuannya sehingga banyak mempengaruhi karya-karyanya, seperti karyanya yang berlatar kehidupan Jepang, Eropa, dan Amerika.

Sebagai pengarang, Nh. Dini termasuk salah satu pengarang yang kreatif. Banyak karya yang telah ditulisnya, baik itu puisi, cerpen, maupun novel. Karya puisi yang telah ditulisnya ialah “Februari” (1956), “Pesan Ibu” (1956), “Kapal di Pelabuhan Semarang” (1956), “Kematian” (1968), “Berdua” (1958), “Surat Kepada Kawan” (1964), “Bertemu Kembali” (1964), “Dari Jendela” (1966), “Sahabat” (1968), “Kotaku” (1968), “Penggembala” (1968), “Terpendam” (1969), “Pulau yang Ditinggal” (1969), “Bulan di Abad yang Akan Datang” (1969), “Anakku Bertanya” (1969), “Tetangga” (1970), “Kelahiran “ (1970), “Burung Kecil” (1970), “Pagi Bersalju” (1970), “Sesaudara” (1970), “Jam Berdentang” (1970), “Musim Gugur di Hutan” (1970) “Penyapu Jalan di Paris” (1970), “Yang Telah Pergi”(1970), “Rinduku” (1970). “Tak Ada yang Kulupa” (1971), Le havre” (1971), “Paeis yang Kukenal” (1971), “Mimpi” (1971), “Dua yang Pokok” (1971), dan “Kemari Dekatkan Kursimu” (1971).

Cerita pendek yang ditulisnya terkumpul dalam tiga kumpulan cerita pendek, yaitu Dua Dunia (1956), Tuileries (1982), serta Segi dan Garis (1983). Kumpulan cerpen Dua Dunia terdiri atas tujuh cerpen, yaitu “Dua Dunia”, “Istri Prajurit”, “Djatayu”, “Kelahiran”, “Pendurhaka”, “Perempuan Warung, dan “Penemuan”. Kumpulan cerpen Tuileries terdiri atas dua belas cerpen, yaitu “Tuileries”, “Kucing”, “Pabrik”, “Hari Larut di Kampung Borjuis”, “Kalipasir”, “Jenazah”, “Pencakar Langit”, “Matinya Sebuah Pulau”, “Pasir Hewan”, “Burung Putih”, “Tanah yang Terjanjikan”, dan “Warga Kota”.Kumpulan cerpen Segi dan Garis terdiri atas dua belas cerpen, yaitu “Di Langit di Hati”, “Di Pondok Salju”, “Hujan”, “Ibu Jeantte”, “Janda Muda”, “Kebahagiaan”, “Keluar Tanah Air”, “Pandanaran”, “Penanggung Jawab Candi”, “Perjalanan”, “Sebuah Teluk””, dan “Wanita Siam”. Kumpulan cerpen yang lain ialah Liar (1989) (perubahan judul kumpulan cerpen Dua Dunia) dan Istri Konsul (1989)

Novel yang telah ditulisnya ialah Dua Dunia, (1956), Hati yang Damai (1961), Pada Sebuah Kapal (1972), La Barka (1975), Namaku Hiroko (1977), Keberangkatan (1977), Sebuah Lorong di Kotaku (1978), Langit dan Bumi Sahabat Kami (1979), Padang Ilalang di Belakang Rumah (1979), Sekayu (1981), Kuncup Berseri (1982), Orang-Orang Trans (1985), Pertemuan Dua hati (1986), Jalan Bandungan (1989), Tirai Menurun (1993), dan Kemayoran (2000).

Karya lain yang ditulisnya ialah Pangeran dari Negeri Seberang (Biografi penyair Amir Hamzah) (1981), Dongeng dari Galia Jilid I dan II (cerita rakyat Prancis) (1981), Peri Polybotte (cerita rakyat Prancis) (1983), dan Sampar (novel terjemahan dari La Peste karya Albert Camus) (1985).

Penghargaan yang telah diperolehnya ialah hadia kedua untuk cerpennya “Di Pondok Salju” yang dimuat dalam majalah Sastra (1963), hadiah lomba cerpen majalah Femina (1980), dan hadiah kesatu dalam lomba mengarang cerita pendek dalam bahasa Prancis yang diselenggarakan oleh Le Monde dan Radio Frence Internasionale (1987).

http://changeancity.blogspot.com/2008/08/nh-dini.html

Hello world!

Agustus 18, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!